Memuat Halaman
Silakan tunggu sebentar konten sedang dimuat....

Dear cewek kalau pacarmu paham kode 501 4646 Putusin!

Blog kak Ryan - Sobat pasti pernah menemukan kode ini di sosmed? Media sosial yang paling banyak menyumbang akan informasi unik dan kekinian adalah facebook. Di fb sekarang sudah menjadi tempat nongkrongnya anak-anak jaman sekarang.

Jadi tidak heran jika di facebook banyak sekali konten-konten nyeleneh. Baik dalam bentuk meme maupun asupan shitposting, mereka berfikir kalau sosial media itu ramai dan menyenangkan.

Padahal tanpa mereka sadari kalau kehidupan di dunia mereka sedang bermasalah. Nolep, intrivert, social anxienty disoder dll. Tapi tahu nggak apa yang lebih parah dari itu?

Belum banyak orang yang tahu, yang berbahaya dan parah sekarang ini adalah konten dewasa yang beraliansi menjadi konten anak-anak. Lihat saja itu, kartun Upin & Ipin yang seharunya untuk anak-anak malah dijadikan komedi-komedi yang berisi eksploitasi dewasa.

Misalnya pada judul artikel ini, kata kata seperti itu memang secara tidak langsung akan mempengaruhi orang untuk mencarinya. Apa kamu tahu arti kode 501? Sama mimin juga tidak paham kok artinya.

Arti kode patnam panam 4646, 501, 99


Buat temen temen yang masih cari kode ini, saya sarankan agar keluar dari komunitas itu. Di komunitas itu bukanya membuat kita lebih pintar, tahu informasi tapi malah menjadikan kita generasi micin. Itu sebagian dari member komunitas yang posting mereka cuma caper doang (Cari Perhatian), biar postingan mereka rame gitu.

Biasanya dialami oleh anak nolep atau mungkin mengalami broken home. Tapi anehnya bagi kebanyakan orang mau menerima konten tersebut, mereka tidak peduli akan dampaknya apa. Tapi yang jelas menurut saya ini merusak, merusak generasi milenial.

Membuat meme masih bisa diterima, tapi mencampurnya dengan konten tox1c sangatlah tidak wajar. Konten tersebut perlahan-lahan membuat perubahan yang lebih cepat pada anak-anak. Pernikaha dini, pacaran, bahka kegiatan yang dilakuka orang dewasa sudah diketahui semua oleh mereka. Semakin ingin tahu lebih dalam maka semakin dekat dengan lembah dosa. Kemungkinan diantara mereka akan melakukan zinna, pacaran, malas-malasan.

Saya sendiri sudah pernah mengalaminya, dulu tahun 2017-2019 saya kecanduan sekali dengan sosmed. Di sosial media saya menemukan banyak teman, lebih ramai. Sangat menyenankan, tapi saat tidak ada kuota. Hidup saya di dunia seperti flat, bosen tak ada tujuan, saya juga nolep tidak punya teman lain selain teman SMA dulu. Itu saja jarang akrab...

Buat kalian semua, saya sarankan stop aja deh daripada nantinya menderita. Banyak orang yang sudah masuk ke dalam lembah dosa hanya karena penasaran dengan hal-hal seperti ini. Saya cowok dan adik saya kecanduan, tiap hari kalau nggak ngelakuin itu sangat menyiksa sekali. Bahkan saya sudah tak sanggup lagi menahan keinginan, sayangnya adik saya perempuan, jadi tidak bisa diajak curhat. Masih punya rasa malu gitu...